Bola Bundar – Laga play-off fase gugur Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid diwarnai insiden serius. Pertandingan yang digelar di Estadio da Luz sempat dihentikan selama kurang lebih 10 menit setelah Vinicius Junior melaporkan dugaan pelecehan rasial yang ia terima dari arah tribune.

Insiden tersebut terjadi pada babak kedua, tak lama setelah Vinicius membawa tim tamu unggul 1-0. Gol pemain asal Brasil itu sempat disambut selebrasi penuh emosi yang kemudian berujung kartu kuning karena dianggap berlebihan oleh wasit.

Ketegangan meningkat saat Vinicius terlibat interaksi dengan winger Benfica, Gianluca Prestianni. Seusai momen tersebut, Vinicius berlari menghampiri wasit Francois Letexier sambil memberikan gestur tertentu ke arah pemain lawan.

Dalam pernyataan resminya, Real Madrid menyebut bahwa Vinicius menginformasikan kepada wasit bahwa dirinya menjadi korban pelecehan rasial. Menanggapi laporan tersebut, Letexier melakukan gestur tangan menyilang di depan dada, protokol resmi untuk menandakan adanya dugaan tindakan rasisme di stadion.

Tak lama berselang, Vinicius memutuskan meninggalkan lapangan. Para pemain Real Madrid lainnya pun mengikuti langkah rekan setimnya sebagai bentuk solidaritas. Pertandingan pun terhenti sementara.

Setelah sekitar 10 menit tertunda, laga akhirnya dilanjutkan kembali pada menit ke-60. Atmosfer pertandingan tetap panas hingga peluit panjang dibunyikan.

Real Madrid sukses mempertahankan keunggulan 1-0 hingga akhir pertandingan. Duel berlangsung hingga 12 menit tambahan waktu (injury time), mencerminkan banyaknya gangguan selama laga.

Namun drama belum sepenuhnya usai. Pada masa tambahan waktu, sebuah benda yang dilempar dari arah penonton dilaporkan mengenai lengan Vinicius. Meski demikian, pertandingan tetap dilanjutkan hingga tuntas.

Berikut sejumlah meme hasil kreasi netizen di media sosial dari laga ini selengkapnya.

Mourinho yang merasa selalu jadi korban

Ironi seorang Mourinho

Sudah rasis, diving pula

Bisanya cuma pamer trofi

Mourinho tetaplah Mourinho